Senin, 22 April 2013

Tips Merawat Batik

Cara merawat batik, berbeda dengan kain biasa. tahukah Anda kalau shampoo, buah lerak, kulit jeruk bisa dipakai untuk merawat batik?
Batik mencirikan kebudayaan Indonesia. Bukan orang Indonesia namanya jika tidak mempunyai batik. hampir seluruh orang di Indonesia mempunyai batik, entah itu dari bagian seragam kantor/sekolah atau sekedar koleksi buat kondangan. Namun, beberapa orang mengeluh karena masalah perawatan yang agak repot. keluhan pertama dari batik adalah warnanya yang harus tetap dijaga supaya awet. Nah, berikut ini adalah tips-tips untuk merawat batik :


  1. Anda bisa mencuci kain batik dengan shampoo. Caranya yaitu dengan melarutkan shampoo di air sampai tak ada bagian yang mengental, lalu celupkan kain batik tersebut.
  2. alternatif lain adalah dengan mencucinya dengan menggunakan buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, kemudian celumpkan kain batik tersebut. Aroma buah lerak ini mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain batik.
  3. Saat mencuci batik, jangan memakai detergen dan jangan menggosok. Jika kain tidak terlalu kotor, cukuplah direndam di air hangat. Jika kain benar-benar kotor, maka bisa dihilangkan dengan menggunakan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya yaitu dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk pada bagian yang kotor dan tunggu sampai hilang.
  4. Jangan sekali-kali mencuci batik dengan mesin cuci karena bisa merusak tekstur kain dan warnanya.
  5. Jangan meremas kain/pakaian batik saat akan dijemur. Dan jemurlah pada tempat yang teduh karena cukup diangin-anginkan saja.
  6. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.
  7. Pada tahap penyetrikaan, kain batik dibasahi dengan air terlebih dahulu, lalu tumpangkan kain di atasnya, baru disetrika.
  8. Pada batik tulis, bila ingin menambahi pewangi, maka semprotkan pewangi itu ke atas sehelai kain yang menutupi kain batik tersebut.
  9. Simpan kain batik di dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Jika disimpan di dalam lemari, jangan beri lemari dengan kapur barus karena dapat merusak batik.
  10. Cara lain agar tidak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari penyimpanan batik. Atau letakkan akar wangi yang sudah dua kali dicelup dalam air panas dan dijemur hingga kering.

Sumber : dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar